Ekspansi ke India, Efishery Perkuat Posisi di Pasar Akuakultur Global

Efishery merampungkan uji coba komersial di India. Langkah ini menjadi penting dalam ekspansi global perusahaan. Pada Maret 2023, perusahaan teknologi yang bergerak di bidang akuakultur ini menjangkau 1.000 hektare kolam milik pembudidaya dan telah mendistribusikan 3.000 metrik ton pakan.

Pencapaian ini membuat Efishery semakin dekat dengan misinya, yakni menjangkau lima negara bagian lain di India pada akhir tahun 2024. “India menjadi bagian penting bagi strategi pertumbuhan kami. Dimulai dengan India, kami mengerahkan potensi akuakultur secara global melalui teknologi buatan Indonesia, dengan rata-rata peningkatan pendapatan pembudidaya mencapai dua hingga tiga kali lipat,” kata CEO dan Co-founder Efishery Gibran Huzaifah dalam siaran pers (14/12/2023).

Dia menjelaskan lebih lanjut, potensi industri akuakultur India baik dari ukuran dan struktur memiliki kemiripan dengan Indonesia yang didominasi pembudidaya level kecil dan menengah. Ekspansi Efishery di India merupakan bagian dari pengembangan bisnis perusahaan yang lebih luas ke luar Asia Tenggara dengan menggunakan pendekatan one country at a time.

Selain India, perusahaan yang didirkan tahun 2013 tersebut melirik peluang lain di negara Asia lain dan Amerika Latin dalam setahun mendatang, sembari menjalankan ekspor produk udang ke luar negeri. “Strategi ini juga fokus untuk melihat variasi pasar yang menawarkan ekosistem komprehensif kepada pembudidaya, menciptakan model koperasi digital dengan akses pakan ikan dan udang, teknologi Internet of Things (IoT), SOP produksi, dan jaminan pembelian (off-take), guna memberdayakan serta mengembangkan potensi pembudidaya.”

Sekedar tahu, India memiliki populasi 1,4 miliar jiwa dan memiliki tingkat konsumsi seafood hingga 60% hingga 70%. Tak hanya itu, industri akuakultur di India bernilai US$15 miliar, dan memiliki Compound Annual Growth Rate (CAGR) 8% selama tiga dekade terakhir. Namun, di tengah besarnya potensi tersebut, pembudidaya kecil dan menengah di India masih menghadapi berbagai tantangan, seperti, lemahnya akses ke pasar, skema harga yang tidak konsisten dan tidak menguntungkan, skema pembayaran yang selalu terlambat, serta kurangnya informasi dasar manajemen budidaya dari sisi tata cara, teknologi, maupun inovasi.

Baca Juga  5 Tempat ngumpul terbaik Bandung terbukti

“Tujuan bisnis kami tetap berfokus menyelesaikan masalah pembudidaya dan meningkatkan profitabilitas dengan mendorong produktivitas dan efisiensi operasional. Kami tidak mengurangi keuntungan mereka, tetapi justru menggandakan hasilnya,” kata Neil Wendover, International Expansion Lead Efishery.

Wendover melanjutkan pihaknya telah mengembangkan tim yang terdiri dari 50 karyawan lokal dimana mereka memiliki pemahaman mendalam tentang kultur setempat. Dukungan dari lembaga pemerintah dan pemasok bahan baku, kata dia, berperan penting dalam mengatasi tantangan unik sektor akuakultur India yang sangat berpotensi namun masih terfragmentasi. “Di India, kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai pertumbuhan 10x lipat, selaras dengan target bisnis ekspansi internasional kami,” ucapnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *