ETF Bitcoin Disetujui, Investor Optimistis Pasar Kripto Kian Positif

Ilustrasi mata uang kripto bitcoin (BTC). (sumber: Pixabay)

Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) resmi menyetujui pengajuan ETF Bitcoin Spot oleh 11 perusahaan, Kamis (11/1/2024). Pascapengumuman tersebut, harga Bitcoin di Coinmarketcap melonjak 4% di level US$47,847 (11 Januari 2024).

Jesse Choi selaku CO-CEO Reku mengatakan, momentum ini menandai tonggak sejarah baru di pasar keuangan global. Ia belasan adopsi aset kripto telah terlegitimasi dalam sistem keuangan tradisional.”Disetujuinya ETF Bitcoin Spot menggambarkan penerimaan institusi keuangan tradisional global terhadap Bitcoin yang semakin tinggi. Hal tersebut mengindikasikan besarnya minat investor tradisional terhadap Bitcoin,” ungkap Jesse melalui keterangan tertulis, Jumat (12/01/2024).

Menurut Jesse, persetujuan ETF Bitcoin Spot juga membawa dampak positif bagi industri kripto, khususnya di Amerika Serikat. Akses berinvestasi bagi investor institusional dan ritel melalui ETF Bitcoin semakin mudah. 

“Sehingga antusiasme dan permintaan pasar dapat semakin mendorong aliran dana ke Bitcoin. Melansir Alliancebernstein, diperkirakan jumlah investasi yang masuk ke pasar mencapai $5 miliar hingga $10 miliar AS,” kata Jesse.

Keputusan SEC ini juga dapat berpotensi menarik perhatian lebih bagi industri keuangan tradisional di Indonesia terhadap Bitcoin. Kata Jesse, ETF Bitcoin Spot mencerminkan integrasi aset kripto di layanan keuangan tradisional, sehingga dapat menjadi momentum untuk mengkaji potensi permintaan masyarakat serta relevansi Bitcoin sebagai instrumen investasi yang bisa diakses investor konvensional di Indonesia.

Menyoal investor kripto di Indonesia, secara umum persetujuan ETF Bitcoin Spot mendapatkan antusiasme yang cukup besar. Berdasarkan diskusi dengan para pengguna, mereka sangat antusias terhadap ETF Bitcoin. “Fenomena ini juga diharapkan bisa semakin meningkatkan minat masyarakat untuk berinvestasi kripto,” kata Jesse.

Untuk menangkap peluang dan respons positif tersebut, Reku sebagai platform investasi dan jual-beli aset kripto juga terus mengembangkan berbagai fitur dan ruang lingkup baru untuk menggugah minat masyarakat. Di antaranya fitur Staking yang memungkinkan pengguna memperoleh pendapatan pasif hingga 12,5%. 

Baca Juga  Langkah Paramatech Menjadi Penyedia SDM IT Unggul

“Kami menjadi exchange pertama yang mendapatkan perizinan staking dari Bappebti. Sejumlah fitur lainnya yang kami kembangkan yakni mode Lightning dan Pro, Investment Personality Test, dan Investment Insight yang bertujuan memaksimalkan perjalanan investasi pengguna,” imbuhnya.

Jesse menilai industri kripto di Indonesia masih memiliki tugas besar untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aset kripto. Dalam hal ini, pihaknya terus memperkuat posisi sebagai exchange yang transparan terhadap operasional Reku.

“Kami terus optimis terhadap perkembangan industri kripto di Indonesia. Persetujuan ETF Bitcoin merupakan langkah awal dan kami optimis akan terdapat perkembangan industri lain yang akan semakin meningkatkan daya tarik aset kripto,” ujar Jesse.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *