Kinerja ADMR September 2023 di Tengah Fluktuasi Harga Batubara

PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023. Pendapatan usaha pada sembilan bulan pertama 2023 naik 8% menjadi US$720,6 juta karena kenaikan 38% pada volume penjualan yang diofset dengan penurunan 21% pada harga jual rata-rata (ASP). 

Volume produksi pada periode tersebut naik 55% menjadi 3,98 juta ton, berkat ketersediaan alat berat dan kinerja kontraktor yang baik. ADMR mencatat volume pengupasan lapisan penutup sebesar 13,81 juta bcm, atau naik 128% dari sembilan bulan pertama 2022, sehingga nisbah kupas hingga September 2023 tercatat 3,47x.

Beban pokok pendapatan naik 33% menjadi US$341,0 juta terutama karena kenaikan volume produksi. Royalti kepada pemerintah naik 2% menjadi US$121,2 juta, biaya penambangan naik 95% menjadi $83,4 juta, biaya pengolahan batu bara naik 51% menjadi $50,2 juta, dan biaya pengiriman dan penanganan naik 38% menjadi $82,1 juta. 

Konsumsi bahan bakar naik 49%, sementara biaya bahan bakar per liter tetap stabil secara YoY. Biaya kas batubara per ton naik 13%. 

Beban usaha naik 83% menjadi US$48,4 juta karena kenaikan signifikan pada penyisihan untuk biaya pemerintah. Biaya penjualan dan pemasaran naik 55% menjadi US$8,2 juta seiring kenaikan volume penjualan. Biaya karyawan juga naik 86% menjadi US$5,7 juta karena peningkatan jumlah karyawan untuk menunjang ekspansi.

EBITDA operasional turun 13% menjadi US$358,6 juta, dan margin EBITDA operasional periode ini tercatat 49,8%. Laba inti turun 11% menjadi US$258,1 juta. Profitabilitas ADMR melemah akibat penurunan harga batu bara metalurgi pada periode ini sementara biaya tercatat lebih tinggi karena kenaikan volume.

Total aset naik 22% menjadi US$1,52 miliar pada akhir September 2023, yang terdiri dari US$763,8 juta aset lancar dan US$754,1 juta aset non lancar. Saldo kas pada akhir kuartal III 2023 naik 45% menjadi US$581,9 juta berkat arus kas yang kuat. Kas meliputi 38% total aset.

Baca Juga  Pusat Gaya Hidup Digital Perdana di PIK

Belanja modal tercatat mencapai US$95,7 juta, terutama terkait proyek-proyek infrastruktur di PT Maruwai Coal (MC) dan konstruksi smelter aluminium di bawah Kalimantan Aluminium Industry (KAI). Arus kas bebas turun 40% menjadi US$152,0 juta, karena perusahaan mengeksekusi rencana investasi.

Presiden Direktur ADMR Christian Ariano Rachmat mengatakan setelah rampung, proyek-proyek peningkatan infrastruktur akan mendukung pencapaian target produksi jangka menengah sebesar 6 juta ton per tahun, dan memungkinkan perusahaan untuk memenuhi komitmen pengiriman yang dapat diandalkan terhadap pelanggan. Fase pertama smelter aluminium KAI diperkirakan mencapai tanggal operasi komersial (COD) pada tahun 2025, yang akan mendiversifikasi bauran pendapatan perusahaan. 

“Di tengah tantangan lingkungan eksternal, kinerja ini mencerminkan kemampuan perusahaan untuk mencatat pertumbuhan produksi, yang menunjang profitabilitas. Permintaan terhadap produk batubara kokas keras premium tetap tinggi, sehingga kami pun tetap yakin akan dukungan struktural terhadap bisnis perusahaan,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (28/11/2023).

ADMR melanjutkan investasi pada fasilitas dan infrastruktur melalui peningkatan hauling road, serta ekspansi pada fasilitas penyimpanan bahan bakar maupun akomodasi karyawan. ADMR juga telah menunjuk kontraktor konstruksi untuk fasilitas konveyor pemuatan tongkang yang kedua. 

“Ekspansi ini akan meningkatkan kapasitas pemuatan tongkang dan secara efisien mendukung kegiatan logistik untuk meningkatkan volume penjualan. Lebih lanjut, untuk mendukung rencana peningkatan produksi sampai 6 juta ton per tahun, proses tender MC untuk ekspansi fasilitas karyawan di area Lampunut hampir rampung, dengan rencana untuk memulai konstruksi pada kuartal pertama 2024,” ucapnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *