Trauma Centre di RS Harapan Keluarga Jadi Centre of Excellence

Untuk mewujudkan RS Harapan Keluarga Member of Radjak Hospital Group sebagai Center of Excellence Trauma Center, salah satu yang dilakukan adalah menyediakan layanan ambulans gratis untuk melayani kasus trauma.

Direktur RS Harapan Keluarga Member of Radjak Hospital Group dr. Eko Budi Heryanto menyampaikan salah satu Center of Excellence dari RS Harapan Keluarga Member of Radjak Hospital adalah Trauma Center.  “Trauma center kami menangani berbagai kasus trauma, dengan didukung oleh berbagai layanan yang saling bersinergi untuk memberikan layanan kesehatan secara optimal,” kata dr Eko saat media visit (02/02/2024).

Dia menjelaskan fasilitas yang dimiliki oleh RS Harapan Keluarga ini bukan hanya pada teknologi internal, tapi juga memiliki akses untuk merujuk atau mengevakuasi pasien ke rumah sakit Member of Radjak Hospital Group lainnya.  “Tak hanya memberikan layanan, kami juga melakukan edukasi, yang ujungnya akan semakin mempertinggi potensi kesembuhan dan pemulihan dari pasien yang mengalami trauma karena dapat dengan cepat ditangani,” ujarnya mengklaim.

Layanan lainnya yang menjadi unggulan RS Harapan Keluarga adalah layanan hot line dan layanan ambulans.  “Penanganan kami cepat dan bagus hasilnya. Hal ini bisa dilihat dari rekam jejak response time kami. Dan, sebagai catatan, layanan ambulans ini tidak kami tarik biaya sama sekali,” kata dr. Eko.  Dia mengklaim,  layanan ambulans uji terbukti mampu meningkatkan potensi pemulihan pasien, karena dapat ditangani lebih cepat.

“Di area ini, hanya kami yang menyediakan layanan ambulans yang dapat dipanggil ke lokasi terjadinya trauma,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan oleh  Dokter Spesialis Orthopedi RS Harapan Keluarga Member of Radjak Hospital Group, dr. Juliando, SP. OT  bahwa penanganan pertama dinyatakan memiliki pengaruh pada tingkat pulih dari korban yang mengalami trauma. “Kita itu berpacu dengan waktu, sehingga pertolongan pertama dalam waktu cepat itu sangat memengaruhi,” katanya.

Baca Juga  Strategi Tiktok dan Tokopedia Majukan UMKM Lokal Pascabersama 

Misalnya, kecepatan memberikan bantuan itu akan mencegah terjadinya kematian jaringan, yang jika terjadi akan menghilangkan fungsi dari organ tubuh.  “Setiap kasus memiliki waktu ‘golden time yang berbeda. Tidak bisa dipukul rata. Intinya, semakin cepat bisa mendapatkan perawatan medis, akan lebih baik,” jelas dr Juliando.

Selanjutnya pilihan masyarakat untuk tetap memilih pengobatan alternatif patah tulang, dinyatakan berpotensi untuk menimbulkan infeksi, kegagalan pada jaringan tubuh, atau hingga kegagalan fungsi salah satu bagian tubuh.

Menurut dr. Juliando dalam imbauannya agar masyarakat mengutamakan untuk mendatangi tim medis, khususnya untuk kasus fraktur tertutup.  “Pengobatan alternatif pijat patah tulang memang menjadi pilihan masyarakat, dengan beberapa alasan tertentu. Paling banyak alasannya adalah karena rasa takut akan operasi,” kata dr. Juliando.

Dia menyatakan tidak menyalahkan pilihan masyarakat, karena mayoritas masyarakat belum memahami risikonya.  “Ada beberapa alasan mengapa tindakan medis lebih baik. Misalnya, potensi adanya pembuluh darah terjepit, yang ujungnya menyebabkan kegagalan fungsi anggota tubuh,” ucapnya.

Dia mencontohkan, cidera fraktur tertutup pada lengan bagian atas. Dengan pengobatan alternatif, yang dibenarkan hanya tulang tanpa memahami adanya jalur pembuluh darah. Akhirnya, yang terjadi pasien penderita awalnya mengalami kebas, lalu jari-jarinya mulai terasa kebas, dan berujung pada munculnya warna hitam, yang mengindikasikan matinya jaringan pada area tersebut.

Oleh karena itu, dia berharap masyarakat mulai lebih memahami risiko yang akan mereka hadapi saat memilih cara pengobatan pada trauma yang mereka alami. Dengan adanya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, diharapkan risiko-risiko seperti ini dapat dihindari.

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *